MEMENUHI HAK-HAK SUAMI
Banyak
pasangan suami istri yang teledor tehadap hak dan kewajiban masing-masing.
Sehingga cenderung meremehkan dan tidak mengerti bahaya dan konsekwensi bila
hak-hak tersebut tidak terpenuhi. Sementara pernikahan akan langgeng dan kasih
sayang akan tumbuh bila semua pihak memahami dengan baik masalah ini.
Saya
telah mencoba merangkum sebanyak lima puluh lima hak bagi masing-masing
pasangan baik suami maupun istri. Tetapi tidak semua hak-hak yang disebutkan di
bawah ini bersifat wajib. Bahkan ada yang hanya terkait dengan etika dan norma
sebagai pelengkap dan penyangga. Meskipun demikian, ada yang bersifat wajib,
sehingga bila tidak terpenuhi pelakunya mendapatkan sanksi atau dosa. Berikut
hak-hak suami :
1.Menjaga
harga diri dan kehormatannya.
2.Menjaga
kesucian dan martabatnya.
3.Memelihara
hartanya.
4.Menghormati
keluarga suaminya.
5.Menghargai
ketika ada disisinya.
6.Menyanjungnya
ketika tidak ada.
7.Mencintai
apa yang disenangi suami meskipun perkara yang tidak dicintai.
8.Membenci
sesuatu yang dibenci oleh sang suami meskipun bukan perkara yang harus dibenci.
9.Memperhatikan
sesuatu yang menjadi perhatian suami.
10.Memalingkan pandangan dari segala yang
tidak menarik bagi suami.
11.Marah terhadap segala sesuatu yang
menjadikan marahnya suami.
12.Ridha terhadap segala sesuatu yang
menjadikan ridhanya suami.
13.Menganggap banyak terhadap pemberian yang
sedikit.
14.Jika mendapat pemberian banyak dibalas
dengan penuh rasa syukur.
15.Bangun tidur sebelum sang suami bangun.
16.Tidur sesudah suami tidur.
17.Tabah dan pemaaf bila suami tidak mengerti.
18.Bersikap lemah lembut ketika suami sedang
bersikap kasar.
19.Berdiam diri ketika suami sedang emosi.
20.Tidak boleh berpura-pura sakit dihadapan
suami.
21.Merestui semua keinginan suami.
22.Tidak boleh menangis semantara suami sedang
tertawa.
23.Tidak boleh tertawa sementara suami sedang
menangis.
24.Tidak boleh memaksakan keinginan kepada
suami.
25.Jangan memaksakan kehendak dan pendapat
kepada suami.
26.Jangan sekali-kali memperlakukan suami
seperti pembantu atau pekerja.
27.Jangan suka mengkritik pekerjaan suami.
28.Jangan mencela suami dalam aturan.
29.Mengangkat harkat dan martabat suami di
depan keluarga.
30.Mengagungkan kedudukan suami di hadapan
tetangga atau kerabat.
31.Menampakkan
kebaikan dan kehormatan suami.
32.Menyembunyikan aib dan kekurangan suami.
33.Jika mengeluhkan tentang keadaan, istri menanggapi penuh kearifan.
34.Ikut
bersedih hati ketika sedang sedih dan gelisah.
35.Menghibur
hatinya ketika dalam keadaan gundah.
36.Menunggu
di sisinya ketika sedang sakit.
37.Memberikan
bantuan bila sedang butuh.
38.Meringankan
beban berat yang dipikul suami.
39.Menyambutnya
ketika masuk rumah.
40.Melepasnya
ketika keluar rumah.
41.Berdandan
secantik mungkin.
42.Memilih
sikap yang paling sopan dan lembut.
43.Memberi
isyarat dengan cara yang paling sopan.
44.Menampakkan
perangai yang paling lembut dan halus.
45.Memilih
canda dan gurau yang paling bagus.
46.Berusaha
menumbuhkan kesenangan dan kegembiraan di hati dan mata suami.
47.Membalas
keburukan suami dengan kebaikan.
48.Membalas
kesalahan suami dengan maaf.
49.Mengabulkan
permintaan maaf sang suami.
50.Tidak
melakukan shalat dan puasa sunnah kecuali atas seizinnya.
51.Berterima
kasih dan mendoakan atas bantuan dan kebaikan suami.
52.Memilih
kalimat yang indah ketika berbicara dengan suami.
53.Membersihkan
rumah sebisa mungkin.
54.Merapihkan
rumah sebaik mungkin.
55.Tidak
keluar rumah kecuali atas seizinya.
Sebagian
wanita merasa keberatan dengan hak-hak suami atas istrinya yang begitu banyak.
Cukup dengan hadits Nabi ﷺ di bawah ini seorang istri bisa
mengerti harga dan nilai hak-hak suami.
“Andaikata seseorang boleh sujud kepada yang
lain, maka aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu
Majah dalam Sunannya, no. 1852 dan 1853 dan dishahihkan Syaikh al-Albani.)
Banyak di
antara mereka bahkan menganggap mustahil dan terlalu mengada-ada. Namun bagi
orang yang mau merenungkan dengan baik pasti mendapatkan kesimpulan, bahwa
barangsiapa yang mengamalkan sifat-sifat di atas, tidak diragukan lagi menjadi
istri teladan.
.
.
.
Sumber: Cerdas
Memilih Jodoh, hal 151-155, Oleh Zainal Abidin bin Syamsuddin







