Bacaan Wirid dan Doa Wanita Haid
Menjadi maklum, wanita yang
sedang haid atau nifas diharamkan mengerjakan ibadah-ibadah yang telah
disyariatkan Allah melalui para Nabi dan rasul-Nya seperti shalat, puasa,
thawaf di Kabah. Namun, wanita haid tidak berarti libur secara total dari
ibadah-ibadah lainnya. Padahal setiap umat islam termasuk wanita mendapat
perintah untuk selalu beribadah kepada Allah.
Menurut pendapat sebagian
ulama, wirid berasal dari bahasa arab وَرَدَ yang artinya segala sesuatu yang didatangkan. Jika dikaitkan
dengan makna lain وَرِيدُ yang bermakna urat leher. Maka segala
lafal yang datang dari urat leher baik berbentuk zikir atau doa yang dibiasakan
membacanya disebut wirid.
Pendapat lain mengatakan, wirid
dari bahasa melayu yang artinya di ulang-ulang. Istilah wirid ini dipakai saat
penyebaran agama islam di nusantara. Wirid sendiri digunakan untuk menjelaskan
tata cara membaca kalimat-kalimat baik (kalimat tayyibah) yang dilakukan secara
berulang-ulang, di waktu tertentu dengan tujuan tertentu. Wirid ini juga dalam
bentuk doa-doa harian yang dapat dibaca secara berulang-ulang. Tujuanya agar
apa yang diwiridkan atau yang didoakan dikabulka. Ada juga yang mengartikan
wirid sebagai amalan zikir harian yang telah ditetapkan oleh seseorang pada
dirinya, misalnya pembacaan ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an tertentu atau
zikir-zikir tertentu yang berdasarkan al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ.
Nah,
di bawah ini akan dilampirkan wirid-wirid wanita yang sedang haid, agar tetap
meraup keuntungan pahala dua puluh empat jam penuh.
1. Membaca
Hauqalah
“Wahai Abu Hurairah, maukah kamu aku
tunjukkan perbendaharaan surga?” Aku berkata : “Aku mau wahai Rasulullah” Rasul
berkata : “Bacalah laa haula walaa quwwata illaa billaah. “ (HR. Muslim)
Hak manusia atas Allah adalah menyembah dan
tidak menyekutukan-Nya, dan barangsiapa memenuhi hak tersebut yakni dengan
membaca wirid di atas maka Allah tidak akan menyiksanya.
2. Membaca
Sayyidul Istigfar
Allahumma
anta rabbi laa ila ha illa anta kholaqtani wa ana abduka wa ana’ala ahdika
wa’dika mas tatha’tu abu u laka bini’matika ‘alayya wa abuu laka bidambi
fagfirli fa innahu laa yagfirudhunuba illa anta ‘audubika min syarii ma
syona’tu.
Ya Tuhanku, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan
yang disembah melainkan Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku ini adalah
hamba-Mu. Dan aku senantiasa dalam genggaman dan ketetapan-Mu. Aku tidak
sanggup, aku akui nikmat-Mu atasku dan aku
akui akan dosaku maka ampunilah dosa-dosaku karena tidak ada yang dapat
mengampuni dosa selain engkau. Aku berlindung kepada-Mu dan kejahatan yang
telah aku perbuat. (HR. Bukhari)
3. Membaca
Tasbih
Kalimat
tasbih merupakan kalimat pengakuan seorang hamba kepada Tuhan yang Suci dari
segala aib dan Mahaperkasa dari mahluk-mahluk-Nya. Adapun bacaan tasbih
sebagaimana berikut :
Subhanallah wal hamdulillah wa laa
ilahaillahu wallahu akbar.
Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah,
dan tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar.
Kalimat
ini ringan dilafalkan, mudah dihafalkan, dan tidak butuh waktu lama untuk
menghafalnya. Bacaan ini sangat berat di sisi Allah. Karena kalimat ini
disenangi Allah maka dan keutamaanya sangat besar. Sebagaimana dinyatakan Abu
Hurairah rahdiyaallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi ﷺ. Bersabda :
“Dua
kalimat yang ringan di lidah, namun berat di timbangan dan dicintai Allah yaitu
Subhanallahil adzim subhanallah wa bihamdihi.” (HR. Bukhari)
4. Membaca
Tahmid
Kalimat tahmid merupakan bentuk sanjungan
kepada Tuhan yang Maha agung dan Maha Perkasa atas segala kekuasaan-Nya.
Kalimat tahmid sebagaimana berikut :
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Segela
puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Atau
membaca kalimat :
Alhamdulillah ‘ala kulli haalin wa
astagfirullaha min kulli zanbin.
Kalimat
tahmid ini merupakan salah satu kalimat yang aling dicintai oleh Allah.
Berdasarkan hadis Nabi ﷺ : “Ucapan seorang hamba yang paling disenangi
Allah ada empat, subhanallah, Alhamdulillah, laa ilahaiallah, dan Allahu akbar.
”(HR. Muslim)
5. Membaca Tahlil
Kalimat tahlil merupakan bentuk ucapan dan pengakuan kepada Allah, bahwa
tiada Tuhan selain Dia. Tiada yang berhak disembah kecuali Dia. Dia Tuhan yang
menjadi tempat bergantung kepada-Nya segela sesuatu. Ia tidak beranak dan tidak
diperanakkan.
Adapun kalimat tahlil sebagaimana berikut :
Laa ilaaha
illallaah.
Tiada Tuhan
selain Allah
Kalimat ini memiliki keutamaan yang sangat agung, salah satu keutamaanya
adalah seperti memerdekakan empat belas anak dari anak ismail.
Kalimat tahlil adalah kalimat yang baik dan
abadi. Dari Sa’id al-khudry, ia berkata bahwa Nabi ﷺ. Bersabda : “Bacaan yang kekal dan baik adalah : ‘Tidak ada Tuhan selain Allah
Mahasuci Allah Mahabesar segela puji milik Allah tiada daya dan kekuatan
kecuali dengan kehendak Allah.” (HR. Nasa’i)
6. Doa
keluar Rumah
Sebelum
keluar rumah, sebaiknya wanita haid membiasakan wirid atau doa berikut : Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah laa haula
wa laa quwwata illaa billaahi.
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya
kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah”.
Berdasarkan Anas Rahdiyallahu anhu, ia
berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda :
“Sesungguhnya Nabi ﷺ. Bersabda, jika
seseorang ke luar rumahnya kemudian membaca ‘Dengan nama Allah, aku bertawakal
hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. ‘Maka
dikatakan padanya: Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau
telah terjaga (terbentengi). ‘Sehingga para syaitan lari darinya. Syaitan yang
lain berkata: ‘Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat
petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?” (HR. Abu Dawud)
7. Wirid dengan Asmaul Husna
Di antara yang menempati kedudukan tinggi dalam agama adalah mengetahui
kemuliaan Allah, nama dan sifat-sifat agung yang pasti ada pada-Nya dalam
al-Qur’an dan sunah. Itulah yang disebut dengan Asmaul Husna. Di mana Asmaul
Husna merupakan nama-nama yang agung sesuai dengan sifat-sifat Allah. Perintah
untuk menyebut Nama-Nya dalam al-Qur’an disediakan dalam ayat 180 surat
al-A’raf.
“Hanya milik
Allah Asmaaul Husna. Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaaul Husna
itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam
(menyambut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang
telah mereka kerjakan.”
8. Doa agar selalu Dirahmati Allah
Robbana amanna
fagfirlana warhamna wa anta khoirur rahmin
“Ya Tuhan kami,
kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau
adalah pemberi rahmat yang paling baik”. (QS. Al-Mukminum : 109)
9. Doa Penangkal Makhluk Halus
Robbi a’udzubikaa min hamazatisyaathini, wa
auzubika rabbi an yahduruni.
”Ya Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS. Al-Mukminum : 97-98)
10. Doa agar Diberi Kesabaran
Robbana afrigh ‘alaina sobrow watsabbit aqdaa mana wansurna ‘alal qoumil kafirin.
“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah : 250)
Sumber : Wirid-wirid wanita haid hal 28-43,
Oleh Ridhoul Wahidi & Gianti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar