Sabtu, 08 Agustus 2020

Bacaan Wirid dan Doa Wanita Haid

 

Bacaan Wirid dan Doa Wanita Haid

 

Menjadi maklum, wanita yang sedang haid atau nifas diharamkan mengerjakan ibadah-ibadah yang telah disyariatkan Allah melalui para Nabi dan rasul-Nya seperti shalat, puasa, thawaf di Kabah. Namun, wanita haid tidak berarti libur secara total dari ibadah-ibadah lainnya. Padahal setiap umat islam termasuk wanita mendapat perintah untuk selalu beribadah kepada Allah.

Menurut pendapat sebagian ulama, wirid berasal dari bahasa arab وَرَدَ yang artinya segala sesuatu yang didatangkan. Jika dikaitkan dengan makna lain وَرِيدُ yang bermakna urat leher. Maka segala lafal yang datang dari urat leher baik berbentuk zikir atau doa yang dibiasakan membacanya disebut wirid.


Pendapat lain mengatakan, wirid dari bahasa melayu yang artinya di ulang-ulang. Istilah wirid ini dipakai saat penyebaran agama islam di nusantara. Wirid sendiri digunakan untuk menjelaskan tata cara membaca kalimat-kalimat baik (kalimat tayyibah) yang dilakukan secara berulang-ulang, di waktu tertentu dengan tujuan tertentu. Wirid ini juga dalam bentuk doa-doa harian yang dapat dibaca secara berulang-ulang. Tujuanya agar apa yang diwiridkan atau yang didoakan dikabulka. Ada juga yang mengartikan wirid sebagai amalan zikir harian yang telah ditetapkan oleh seseorang pada dirinya, misalnya pembacaan ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an tertentu atau zikir-zikir tertentu yang berdasarkan al-Qur’an dan hadis Nabi .

Nah, di bawah ini akan dilampirkan wirid-wirid wanita yang sedang haid, agar tetap meraup keuntungan pahala dua puluh empat jam penuh.

1.  Membaca Hauqalah

“Wahai Abu Hurairah, maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan surga?” Aku berkata : “Aku mau wahai Rasulullah” Rasul berkata : “Bacalah laa haula walaa quwwata illaa billaah. “ (HR. Muslim)

Hak manusia atas Allah adalah menyembah dan tidak menyekutukan-Nya, dan barangsiapa memenuhi hak tersebut yakni dengan membaca wirid di atas maka Allah tidak akan menyiksanya.

2.  Membaca Sayyidul Istigfar

Allahumma anta rabbi laa ila ha illa anta kholaqtani wa ana abduka wa ana’ala ahdika wa’dika mas tatha’tu abu u laka bini’matika ‘alayya wa abuu laka bidambi fagfirli fa innahu laa yagfirudhunuba illa anta ‘audubika min syarii ma syona’tu.

          Ya Tuhanku, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan yang disembah melainkan Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku ini adalah hamba-Mu. Dan aku senantiasa dalam genggaman dan ketetapan-Mu. Aku tidak sanggup, aku akui nikmat-Mu atasku dan aku  akui akan dosaku maka ampunilah dosa-dosaku karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain engkau. Aku berlindung kepada-Mu dan kejahatan yang telah aku perbuat. (HR. Bukhari)

3.  Membaca Tasbih

Kalimat tasbih merupakan kalimat pengakuan seorang hamba kepada Tuhan yang Suci dari segala aib dan Mahaperkasa dari mahluk-mahluk-Nya. Adapun bacaan tasbih sebagaimana berikut :

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilahaillahu wallahu akbar.

Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar.

Kalimat ini ringan dilafalkan, mudah dihafalkan, dan tidak butuh waktu lama untuk menghafalnya. Bacaan ini sangat berat di sisi Allah. Karena kalimat ini disenangi Allah maka dan keutamaanya sangat besar. Sebagaimana dinyatakan Abu Hurairah rahdiyaallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi . Bersabda :

“Dua kalimat yang ringan di lidah, namun berat di timbangan dan dicintai Allah yaitu Subhanallahil adzim subhanallah wa bihamdihi.” (HR. Bukhari)

4.  Membaca Tahmid

Kalimat tahmid merupakan bentuk sanjungan kepada Tuhan yang Maha agung dan Maha Perkasa atas segala kekuasaan-Nya. Kalimat tahmid sebagaimana berikut :

Alhamdulillahi rabbil alamin.

Segela puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Atau membaca kalimat :

Alhamdulillah ‘ala kulli haalin wa astagfirullaha min kulli zanbin.

Kalimat tahmid ini merupakan salah satu kalimat yang aling dicintai oleh Allah. Berdasarkan hadis Nabi : “Ucapan seorang hamba yang paling disenangi Allah ada empat, subhanallah, Alhamdulillah, laa ilahaiallah, dan Allahu akbar. ”(HR. Muslim)

5.  Membaca Tahlil

Kalimat tahlil merupakan bentuk ucapan dan pengakuan kepada Allah, bahwa tiada Tuhan selain Dia. Tiada yang berhak disembah kecuali Dia. Dia Tuhan yang menjadi tempat bergantung kepada-Nya segela sesuatu. Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Adapun kalimat tahlil sebagaimana berikut :

Laa ilaaha illallaah.

Tiada Tuhan selain Allah

Kalimat ini memiliki keutamaan yang sangat agung, salah satu keutamaanya adalah seperti memerdekakan empat belas anak dari anak ismail.

Kalimat tahlil adalah kalimat yang baik dan abadi. Dari Sa’id al-khudry, ia berkata bahwa Nabi . Bersabda : “Bacaan yang kekal dan baik adalah : ‘Tidak ada Tuhan selain Allah Mahasuci Allah Mahabesar segela puji milik Allah tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah.” (HR. Nasa’i)

6.  Doa keluar Rumah

Sebelum keluar rumah, sebaiknya wanita haid membiasakan wirid atau doa berikut : Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah laa haula wa laa quwwata illaa billaahi.

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah”.

   Berdasarkan Anas Rahdiyallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi bersabda :

“Sesungguhnya Nabi . Bersabda, jika seseorang ke luar rumahnya kemudian membaca ‘Dengan nama Allah, aku bertawakal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. ‘Maka dikatakan padanya: Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi). ‘Sehingga para syaitan lari darinya. Syaitan yang lain berkata: ‘Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?” (HR. Abu Dawud)

7.  Wirid dengan Asmaul Husna

Di antara yang menempati kedudukan tinggi dalam agama adalah mengetahui kemuliaan Allah, nama dan sifat-sifat agung yang pasti ada pada-Nya dalam al-Qur’an dan sunah. Itulah yang disebut dengan Asmaul Husna. Di mana Asmaul Husna merupakan nama-nama yang agung sesuai dengan sifat-sifat Allah. Perintah untuk menyebut Nama-Nya dalam al-Qur’an disediakan dalam ayat 180 surat al-A’raf.

“Hanya milik Allah Asmaaul Husna. Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyambut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

8.  Doa agar selalu Dirahmati Allah

Robbana amanna fagfirlana warhamna wa anta khoirur rahmin

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik”. (QS. Al-Mukminum : 109)

9.  Doa Penangkal Makhluk Halus

Robbi a’udzubikaa min hamazatisyaathini, wa auzubika rabbi an yahduruni.

”Ya Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS. Al-Mukminum : 97-98)

10. Doa agar Diberi Kesabaran

Robbana afrigh ‘alaina sobrow watsabbit aqdaa mana wansurna ‘alal qoumil kafirin.

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah : 250)

                                                              





Sumber : Wirid-wirid wanita haid hal 28-43, Oleh Ridhoul Wahidi & Gianti

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar