Amalan-amalan
Pembawa Berkah saat Haid
Amalan-amalan yang dimaksud adalah amalan-amalan zahir yang setiap waktu baik dilakukan oleh wanita haid. Tujuannya
agar ketika haid, tidak ‘istirahat total’ dengan ibadah-ibadah salihah. Karena
pengertian ibadah itu sangat luas. Bentuk ibadah itu sendiri banyak macamnya,
seperti ibadah ucapan, perbuatan baik yang tampak dan yang tersembunyi. Jadi,
makna ibadah dalam konteks islam mencakup semua kebaikan yang harus dikerjakan
dan diamalkan oleh umat islam dalam kehidupannya. Dibawah ini ada beberapa pilihan ibadah-ibadah zahir yang mungkin bagi wanita yang
sedang haid tetap bisa memperoleh pahala yang besar. Diantaranya adalah :
1.
Belajar
dan Mengajar
Belajar dan mengajar tidak mengenal umur dan
waktu. Karena Nabi ﷺ.
Sendiri memerintahkan umatnya untuk belajar dari ayunan sampai liang lahat. “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang
lahat.”
Dari Abdullah, ia berkata bahwa Nabi ﷺ. Bersabda : “Menuntut ilmu itu adalah wajib
atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Oleh karenanya, saat haid pun seorang
wanita diperbolehkan belajar agama, atau belajar ilmu-ilmu lain. Seperti,
belajar merawat jenazah, belajar memasak, dan belajar menggali potensi diri
lewat pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Niat mereka untuk belajar sangat
bernilai di sisi Allah karena tujuan mereka adalah menuntut ilmu dan
barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan jalan
baginya ke surga. Sahabat Abu Umamah berkata, “Aku mendengar khotbah Nabi
ketika haji Wada’, beliau bersabda:
‘Siapa yan menempuh satu jalan untuk mencari
ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk ke surga’.” (HR.Muslim dan
Tirmidzi)
2.
Mendengarkan
Dakwah dan Membaca Buku
Saat wanita haid tidak ada larangan untuk mendengarkan dakwah atau
ceramah, baik melalui media elektronik, seperti TV, HP, atau media-media
lainya. Mengikuti pengajian majelis taklim yang dilakukan di aula atau
tempat-tempat lain yang diperbolehkan wanita haid untuk memasukinya atau
pengajian-pengajian lain yang tujuannya untuk memperdalam agama.
Selain itu, wanita sedang haid tidak ada salahnya jika membaca
buku-buku atau kitab-kitab hadis dan fikih karena saat ini banyak kitab-kitab
hadis dan fikih dalam berbagai macam bentuknya, ada yang masih berbentuk kitab
tebal,sih berbentuk kitab tebal, ada juga yang sudah terjemahan. Bahkan telah
banyak yang berbentuk software digital. Hal ini akan lebih mempermudah bagi
siapa saja yang ingin mendalami kitab-kitab tersebut. Misalnya kitab-kitab
terjemahan ringkasan Shahih Muslim, ringkasan Shahih Bukhari, terjemahan Fiqih
Wanita, terjemahan Durratun Nasihin, terjemahan Fadha’ill A’mal, terjemahan Nashaihul’ibad, dan lain-lain.
3.
Mendengarkan
Bacaan Al-Qur’an
Tidak ada larangan bagi wanita haid mendengarkan bacaan-bacaan
Al-Qur’an. Karena dengan mendengar saja memperoleh pahala. Mendengarkan melalui
radio, HP, atau melalui meida-media lainya. Mendengarkan Al-Qur’an memiliki
pengaruh sangat kuat. Contohnya adalah masuk islamnya Umar bin Khatab sebab
mendengar bacaan Al-Qur’an. Dengan mendengar bacaan Al-Qur’an, hati tenang dan
tentram serta menjadi obat hati dan jiwa yang sedang galau.
4.
Memperbanyak
Membaca Istigfhfar
Kalimat ini merupakan bentuk pengakuan kita terhadap
dosa-dosa yang telah dilakukan. Kalimat ini dapat dilakukan kapan saja, saat
sholat, saat memasak, merapihkan rumah, saat berkendaraan atau saat berkumpul
dala suatu majelis.
Kalimat istighfar banyak disebutkan dalam
Al-Qur’an dan merupakan bagian dari perintah dari-Nya, sebagai mana firman
Allah Ta’ala : “ Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Qs.Muzammil:20)
5.
Menjaga
Kebersihan Diri
Islam sebagai agama yang mengatur hidup,
membimbing manusia untuk kebahagiaan didunia dan di akhirat. Sekecil apapun
sisi kehidupan ini tidak luput dari perhatian agama islam. Merupakan suatu
kewajiban seluruh umt manusia untuk menjag kebersihan secara sungguh-sungguh
dalam menjalani sisi kehidupan.
6.
Bersykur
Wanita harus mensyukuri atas takdir yang
disematkan allah kepadanya yakni haid. Syukur yang demikian akan menambah rasa
nikmat dan kebahagiaan dengan cara mengikuti berbagai kegiatan yang bermanfaat
dengan cara memanfaatkan anggota tubuh mereka dengan sesuatu yang baik.
7.
Bersedekah
Salah satu amalan yang memiliki pahala sangat
banyak adalah sedekah. Sebab Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik
laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,
niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka, dan bagi mereka
pahala yang banyak. “ (QS.al-Hadid : 18)
8.
Menjalin
Silaturahim
istilah silaturahim adalah menghubungkan tali
kasih sayang antara sesama anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Hubungan
silaturahim harus selalu dipupuk dan dan dijaga sebaik-baiknya sebagaimana
perintah Allah dalam al-Qur’an ayat 1 surat an-Nisa’ :
“...Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
9.
Membaca
Doa atau Wirid Sebelum Tidur
Wanita yang sedang haid, diperbolehkan membaca
zikir dan wirid sebelum tidur. Doa atau wirid yang dipanjatkan sebaiknya
berdasarkan al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ .
10. Membaca Shalawat
Memperbanyak membaca shalwat atas Nabi ﷺ. Merupakan perbuatan yang amat baik. Begitu pula
bagi wanita haid, dianjurkan memperbanyak membaca shlawat. Karena Allah, para
malaikat pun membaca shalawat untuk Nabi ﷺ.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab :59)
11. Banyak Mengingat Mati
Saat haid adalah saat tepat untuk banyak
mengingat mati, baik siang atau malam. Abu Hurairah pernah menuturkan, bahwa
Nabi ﷺ.
Bersabda :
“Perbanyaklah mengingat pemutus segela kenikmatan,
yakni kematian.” (HR. Tirmizi)
12. Menyantuni Anak Yatim
Memberi makan anak yatim merupakan amal terbaik,
surga jaminannya. Wanita haid juga tidak ada salahnya memberikan atau
menyantuni anak yatim yang ada di sekitar kita.
“Aku dan orang yang menyantuni anak yatim di
surga nanti kelak seperti dua jari ini dari jari ini dan menunjuk jari tengah
dan jempol.” (HR. Abu Daud)
13. Memohon Surga dan di Jauhkan dari Nereka
Setiap muslim dan muslimat sudah pasti
menginginkan surga dan ingin dijauhkan dari azab Allah di nerka. Nah, alangkah
baiknya wanita haid, selalu memohon surga dan memohon agar dijauhkan dari
neraka. Dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ.
Bersabda : “Barangsiapa yang memohon surga tiga kali, maka surga akan berkata, “Ya
Allah masukkan ia ke surga, dan barangsiapa yang berdoa berlindung dari api
neraka tiga kali, maka neraka akan berkata, Ya Allah, selamatkan ia dari api
neraka. “(HR. Ibnu Majah)
14. Menebarkan Salam
Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan
rekan kerja, saudara, atau saat bertemu dengan sesama muslim/muslimat. Suatu
saat Nabi ﷺ.
Pernah di tanya oleh seseorang, Islam manakah yang paling baik?. Nabi menjawab
:
“Engkau memberi makanan, memberi salam, baik kepada
orang yang engkau kenal ataupun tidak.” (HR. Muttafaq Alaihi)
15. Mentadaburi Ciptaan Allah
Ibadah yang satu ini banyak dilupakan oleh
sebagian orang. Alangkah baiknya wanita haid, menyempatkan waktu untuk
merenungkan dan menghayati semua ciptaan Allah.
Allah berfirman :
“Katakanlah : Berjalanlah di (muka) bumi, maka
perhatikanlah bagaimana Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Ankabut : 20)
Sumber : Wirid-wirid wanita haid
hal 122-152, Oleh Ridhoul Wahidi & Gianti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar