Jumat, 14 Agustus 2020

Amalan-amalan Pembawa Berkah saat Haid

 

Amalan-amalan Pembawa Berkah saat Haid

 

Amalan-amalan yang dimaksud adalah amalan-amalan zahir yang setiap waktu baik dilakukan oleh wanita haid. Tujuannya agar ketika haid, tidak ‘istirahat total’ dengan ibadah-ibadah salihah. Karena pengertian ibadah itu sangat luas. Bentuk ibadah itu sendiri banyak macamnya, seperti ibadah ucapan, perbuatan baik yang tampak dan yang tersembunyi. Jadi, makna ibadah dalam konteks islam mencakup semua kebaikan yang harus dikerjakan dan diamalkan oleh umat islam dalam kehidupannya. Dibawah ini  ada beberapa pilihan ibadah-ibadah zahir yang mungkin bagi wanita yang sedang haid tetap bisa memperoleh pahala yang besar. Diantaranya adalah :


1.    Belajar dan Mengajar

Belajar dan mengajar tidak mengenal umur dan waktu. Karena Nabi . Sendiri memerintahkan umatnya untuk belajar dari ayunan sampai liang lahat. “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

Dari Abdullah, ia berkata bahwa Nabi . Bersabda : “Menuntut ilmu itu adalah wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Oleh karenanya, saat haid pun seorang wanita diperbolehkan belajar agama, atau belajar ilmu-ilmu lain. Seperti, belajar merawat jenazah, belajar memasak, dan belajar menggali potensi diri lewat pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Niat mereka untuk belajar sangat bernilai di sisi Allah karena tujuan mereka adalah menuntut ilmu dan barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan jalan baginya ke surga. Sahabat Abu Umamah berkata, “Aku mendengar khotbah Nabi ketika haji Wada’, beliau bersabda:

     ‘Siapa yan menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk ke surga’.” (HR.Muslim dan Tirmidzi)

 

2.    Mendengarkan Dakwah dan Membaca Buku

Saat wanita haid tidak ada larangan untuk mendengarkan dakwah atau ceramah, baik melalui media elektronik, seperti TV, HP, atau media-media lainya. Mengikuti pengajian majelis taklim yang dilakukan di aula atau tempat-tempat lain yang diperbolehkan wanita haid untuk memasukinya atau pengajian-pengajian lain yang tujuannya untuk memperdalam agama.

Selain itu, wanita sedang haid tidak ada salahnya jika membaca buku-buku atau kitab-kitab hadis dan fikih karena saat ini banyak kitab-kitab hadis dan fikih dalam berbagai macam bentuknya, ada yang masih berbentuk kitab tebal,sih berbentuk kitab tebal, ada juga yang sudah terjemahan. Bahkan telah banyak yang berbentuk software  digital. Hal ini akan lebih mempermudah bagi siapa saja yang ingin mendalami kitab-kitab tersebut. Misalnya kitab-kitab terjemahan ringkasan Shahih Muslim, ringkasan Shahih Bukhari, terjemahan Fiqih Wanita, terjemahan Durratun Nasihin, terjemahan Fadha’ill A’mal, terjemahan Nashaihul’ibad, dan lain-lain.

3.    Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an

Tidak ada larangan bagi wanita haid mendengarkan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Karena dengan mendengar saja memperoleh pahala. Mendengarkan melalui radio, HP, atau melalui meida-media lainya. Mendengarkan Al-Qur’an memiliki pengaruh sangat kuat. Contohnya adalah masuk islamnya Umar bin Khatab sebab mendengar bacaan Al-Qur’an. Dengan mendengar bacaan Al-Qur’an, hati tenang dan tentram serta menjadi obat hati dan jiwa yang sedang galau.

4.    Memperbanyak Membaca Istigfhfar

Kalimat ini merupakan bentuk pengakuan kita terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan. Kalimat ini dapat dilakukan kapan saja, saat sholat, saat memasak, merapihkan rumah, saat berkendaraan atau saat berkumpul dala suatu majelis.

Kalimat istighfar banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan merupakan bagian dari perintah dari-Nya, sebagai mana firman Allah Ta’ala : “ Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Qs.Muzammil:20)  

5.    Menjaga Kebersihan Diri

Islam sebagai agama yang mengatur hidup, membimbing manusia untuk kebahagiaan didunia dan di akhirat. Sekecil apapun sisi kehidupan ini tidak luput dari perhatian agama islam. Merupakan suatu kewajiban seluruh umt manusia untuk menjag kebersihan secara sungguh-sungguh dalam menjalani sisi kehidupan.

6.    Bersykur

Wanita harus mensyukuri atas takdir yang disematkan allah kepadanya yakni haid. Syukur yang demikian akan menambah rasa nikmat dan kebahagiaan dengan cara mengikuti berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan cara memanfaatkan anggota tubuh mereka dengan sesuatu yang baik.

7.    Bersedekah

Salah satu amalan yang memiliki pahala sangat banyak adalah sedekah. Sebab Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak. “ (QS.al-Hadid : 18)

8.    Menjalin Silaturahim

istilah silaturahim adalah menghubungkan tali kasih sayang antara sesama anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Hubungan silaturahim harus selalu dipupuk dan dan dijaga sebaik-baiknya sebagaimana perintah Allah dalam al-Qur’an ayat 1 surat an-Nisa’ :

“...Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

9.    Membaca Doa atau Wirid Sebelum Tidur

Wanita yang sedang haid, diperbolehkan membaca zikir dan wirid sebelum tidur. Doa atau wirid yang dipanjatkan sebaiknya berdasarkan al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi Muhammad .

10. Membaca Shalawat

Memperbanyak membaca shalwat atas Nabi . Merupakan perbuatan yang amat baik. Begitu pula bagi wanita haid, dianjurkan memperbanyak membaca shlawat. Karena Allah, para malaikat pun membaca shalawat untuk Nabi .

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab :59)

11. Banyak Mengingat Mati

Saat haid adalah saat tepat untuk banyak mengingat mati, baik siang atau malam. Abu Hurairah pernah menuturkan, bahwa Nabi . Bersabda :

“Perbanyaklah mengingat pemutus segela kenikmatan, yakni kematian.” (HR. Tirmizi)

12. Menyantuni Anak Yatim

Memberi makan anak yatim merupakan amal terbaik, surga jaminannya. Wanita haid juga tidak ada salahnya memberikan atau menyantuni anak yatim yang ada di sekitar kita.

“Aku dan orang yang menyantuni anak yatim di surga nanti kelak seperti dua jari ini dari jari ini dan menunjuk jari tengah dan jempol.” (HR. Abu Daud)

13. Memohon Surga dan di Jauhkan dari Nereka

Setiap muslim dan muslimat sudah pasti menginginkan surga dan ingin dijauhkan dari azab Allah di nerka. Nah, alangkah baiknya wanita haid, selalu memohon surga dan memohon agar dijauhkan dari neraka. Dari Anas bin Malik, Nabi . Bersabda : “Barangsiapa yang memohon surga tiga kali, maka surga akan berkata, “Ya Allah masukkan ia ke surga, dan barangsiapa yang berdoa berlindung dari api neraka tiga kali, maka neraka akan berkata, Ya Allah, selamatkan ia dari api neraka. “(HR. Ibnu Majah)

14. Menebarkan Salam

Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan rekan kerja, saudara, atau saat bertemu dengan sesama muslim/muslimat. Suatu saat Nabi . Pernah di tanya oleh seseorang, Islam manakah yang paling baik?. Nabi menjawab :

“Engkau memberi makanan, memberi salam, baik kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak.” (HR. Muttafaq Alaihi)

15. Mentadaburi Ciptaan Allah

Ibadah yang satu ini banyak dilupakan oleh sebagian orang. Alangkah baiknya wanita haid, menyempatkan waktu untuk merenungkan dan menghayati semua ciptaan Allah.

Allah berfirman :

“Katakanlah : Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Ankabut : 20)

 

 

 

 


Sumber : Wirid-wirid wanita haid hal 122-152, Oleh Ridhoul Wahidi & Gianti.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar