Kewajiban Seorang Istri
Di antara
kewajiban seorang istri yang paling utama dan prinsip, antara lain:
1.
Menaati dan mematuhi perintah suami selagi tidak
menganjurkan maksiat kepada Allah Ta’ala. Tidak ada ketaatan kepada makhluk
bila menganjurkan berbuat maksiat dan melanggar ajaran Allah Ta’ala.
Rasulullah ﷺ bersabda :
“Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah namun ketaatan hanya dalam kebaikan.” (Shahih : HR. Imam Bukhari no.7257)
2.
Seorang istri harus memberi pelayanan fisik baik yang
berkaitan dengan kebutuhan pribadi ataupun rumah tangga, sehingga ibadah nafiah (sunnah) menjadi gugur demi menunaikan
tugas tersebut. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda,
“Tidak boleh
seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suami hadir (bersamanya) kecuali atas
izinnya (suami), tidak boleh ia mengizinkan (orang lain) memasuki rumahnya
kecuali atas izinya (suami). Dan setiap harta suami yang diinfakkan sang istri
tanpa seizinnya, maka sang suami mendapatkan pahala separuh darinya.” (Shahih :
HR. Imam Bukhari)
3.
Seorang istri harus menjaga perasaan suami. Berusaha
menciptakan suasana tenang dan kondusif serta membantu meringankan beban dan
penderitaan yang menimpa suami.
4.
Seorang istri harus mengingatkan suami tentang kebaikan.
Misalnya membantu dalam kebaikan dan ketaatan, kegiatan sosial, menyantuni
fakir miskin, dan membantu orang-orang yang lemah.
5.
Dalam bidang pendidikan, seorang istri harus membantu
suami dengan jiwa raga dan menerima segala nasihat dan arahannya. Ia juga harus
membantu mendidik dan meluruskan adab anak-anak, serta menghindari sikap
antipati atau masa bodoh terhadap masa depan pendidikan anak.
6.
Seorang istri tidak boleh mengajukan tuntutan nafkah atau
lainnya yang memberatkan suami,dan hendaknya qana’ah dalam hidupnya.
7.
Tidak berkhianat dalam dirinya, harta benda suami dan
rahasia-rahasianya.
.
.
.
Sumber: Cerdas Memilih Jodoh, hal 148-150, Oleh Zainal Abidin bin Syamsuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar