Jalan Mulus Menuju Pelaminan
Mendaptakan pasangan hidup yang ideal tidak semudah yang kita bayangkan, namun juga tidak sesulit yang digambarkan sebagian orang. Kehidupan rumah tangga tidak seindah cerita Romeo dan Juliet yang selalu romantis, bertabur kasih sayang dan kemesraan, dan tidak juga sesulit yang dibayangkan bahwa rumah tangga banyak kesulitan dan kerumitan. Semua urusan termasuk pernikahan bila dijalankan dengan tulus dan berbekal ketakwaan akan dimudahkan, dan akan meraih berbagai macam kemuliaan.
Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash berkata
bahwa Rasulullah pernah ditanya, Wahai Rasulullah siapakah manusia paling
mulia? Beliau menjawab,
“Setiap
orang yang baik hati dan jujur lisan. Mereka bertanya, Kami mengerti tentang
jujur lisan. Apakah maksud baik hati?
Beliau bersabda, Setiap orang yang bertakwa lagi bersih, tidak berdosa,
tidak sombong, tidak iri hati dan tidak hasad.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Imam
Ibnu Majah dalam Sunannya, no. 4216 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam
Shahihah, no.948)
Pernikahan harus dibangun di
atas dasar agama yang murni dan pemikiran yang realistis, yang tidak hanya
mengedepankan perasaan cinta, dan kasih sayang dari pasangannya. Pernikahan
adalah sebuah perjuangan menghadapi realita hidup, dan suatu pengabdian memikul
beban tanggung jawab agama, serta bentuk jihad untuk mempertahankan keutuhan
rumah tangga secara bersama-sama.
Agar sukses dalam memilih jodoh
dan lancar menuju pelaminan, masing-masing pasangan baik laki-laki ataupun
wanita, harus menentukan langkah dan sikap sebagai berikut:
v
Memilih
calon pasangan haruslah yang seakidah.
v
Harus
merasa puas terhadap calon pasangannya.
v Saling
ridha dan tulus ikhlas dalam menerima kondisi masing-masing pasangan.
v Paham
terhadap kebutuhan keluarga dan sensitif terhadap masalah rumah tangga.
v Siap
memikirkan setiap permasalahan rumah tangga secara bersama dan berkemauan
tinggi untuk menuntaskannya.
v Akan
lebih baik bila memiliki latar belakang yang sama pada masing-masing pasangan,
baik dari sisi pengetahuan, pemikiran, kejiwaan, atau pemahaman.
v Menjadi
lebih baik jika setara dan sederajat dalam status sosial, ekonomi, dan
pendidikan.
v Memahami
dengan baik cara komunikasi dan metode hubungan pasutri.
v Masing-masing
pasangan harus menerima kelebihan dan kekurangan yang ada, bersungguh-sungguh
untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, dan membina ikatan pernikahan
dengan istiqamah.
v Pasutri
harus membangun komunikasi yang hidup dan harmonis serta mempunyai standarisasi
dalam mengelola rumah tangga.
v Saling
menjaga perasaan, tidak saling menyakiti dengan penghinaan dan pelecehan
terhadap harga diri dan status.
v Semua
pihak mempunyai kesadaran tinggi dan kemauan kuat untuk menuaikan setiap tanggung jawab rumah tangga.
v Meminimalisir
segala sesuatu yang memicu ketegangan rumah tangga dan tidak mengangkat maslah
sensitif yang bisa melukai perasaan, terutama seputar masalah hubungan intim.
v Bermusyawarah
dengan orang-orang yang amanah yang bisa membantu menyelesaikan problem rumah
tangga.
v Rumah
tangga kadang-kadang melintasi batu terjal yang mengganggu kemesraan. Apabila
ada masalah seperti, pasangan harus berusaha memahami penyebabnya dan mencari
jalan keluar terbaik, dan pandai-pandai menjaga kemesraan, keharmonisan serta
keromantisan rumah tangga.
v Pasangan
yang mau menikah hendaknya memeriksakan diri ke dinas kesehatan.
v Mempersiapkan
segala sesuatunya dengan matang dari mulai proses ta’aruf, khitbah, walimah,
hingga pasca nikah, agar semua berjalan sesuai dengan aturan syariat yang
mulia.
v Membekali
diri dengan ilmu yang bermanfaat. Hal ini bisa ditempuh dengan cara menghadiri
kajian ilmiah atau membaca buku-buku agama yang terkait dengan akidah maupun
akhlak, dan lebih khusus lagi membaca buku-buku yang mengupas persiapan berumah
tangga.
v Bagi
orang tua wanita, hendaknya menekankan pendidikan kepada putri mereka tentang
persiapan menjadi ibu rumah tangga.
v
Mengenali
serta memahami hak dan kewajiban rumah tangga secara baik.
v Meluruskan
niat menikah untuk selamanya, bukan hanya main-main atau sekedar coba-coba.
v Jangan
suka mengelak dari tanggung jawab dengan alasan yang dibuat-buat.
v
Membebaskan
diri dari belenggu tradisi yang telah mengakar di masyarakat yang merusak dan
membelit tatanan kehidupan. Semua pihak harus mengembalikan segala permasalahan
dalam rumah tangga kepada aturan syariat yang hanif.
v
Hendaknya
masing-masing calon pengantin bersikap terus terang dalam segala hal.
v Jangan
berfikir bahwa suksenya pernikahan harus memiliki materi berlimpah, kendaraan
mewah, rumah megah, atau perabotan lux dan lengkap. Apalagi jika hal itu diperoleh
dengan memaksakan kredit atau utang, hal itu akan mengurangi kenyamanan dan
mengganggu kebahagiaan berumah tangga.
v Menentukan skala prioritas dalam memilih jodoh agar tercipta ketenangan dan keharmonisan hidup. Jangan salah mengambil pengalaman orang lain. Misalnya, mendengar kasus perceraian yang dialami keluarga atau temannya serta merta menolak menikah karena takut akan menimpanya.
v
Mencari
informasi yang tepat tentang pernikahan sesuai dengan syariat islam dan
menjauhi alasan yang tidak masuk akal yang menyebabkan kebingungan dalam
mengambil keputusan dan rasa takut dari sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam
kenyataan. Banyak orang yang mudah menerima tawaran untuk menikah tetapi bukan
dorongan dari lubuk hati dan kesadaran yang mendalam. Sementara manusia paling
paham terhadap dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman,
“Bahkan
manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Meskipun dia mengemukakan
alasan-alasannya.”
(Al-Qiyamah: 14-15)
Hal-hal yang
dimulai dengan sesuatu yang salah akan menghasilkan sesuatu yang salah juga.
Banyak diantara orang yang menikah, menampilkan dirinya yang tidak sebenarnya
dan mereka seolah menikmati kepalsuan tersebut serta menganggap biasa perilaku
tersebut. Keaslian watak dan tabiat pasti akan tersingkap dengan segera.
Waktulah yang akan membuktikan itu semua.
Sumber:
Cerdas Memilih Jodoh, hal 16-23, Oleh Zainal Abidin bin Syamsuddin.

Semoga kita dipertemukan jodoh yg terbaik yg Alloh berikan aamiin. Khusus untuk kk admin doa terbaik jugaaa, semangat terus 🥰
BalasHapusAamiin Allaahumma aamiin,
HapusTerima Kasih :)
Syiaappp in syaa Allaah.
Semangat menulis sahabatku ❤
BalasHapus