Kamis, 08 Oktober 2020

Jalan Mulus Menuju Pelaminan

Jalan Mulus Menuju Pelaminan


Mendaptakan pasangan hidup yang ideal tidak semudah yang kita bayangkan, namun juga tidak sesulit yang digambarkan sebagian orang. Kehidupan rumah tangga tidak seindah cerita Romeo dan Juliet yang selalu romantis, bertabur kasih sayang dan kemesraan, dan tidak juga sesulit yang dibayangkan bahwa rumah tangga banyak kesulitan dan kerumitan. Semua urusan termasuk pernikahan bila dijalankan dengan tulus dan berbekal ketakwaan akan dimudahkan, dan akan meraih berbagai macam kemuliaan.


Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash berkata bahwa Rasulullah pernah ditanya, Wahai Rasulullah siapakah manusia paling mulia? Beliau menjawab,

“Setiap orang yang baik hati dan jujur lisan. Mereka bertanya, Kami mengerti tentang jujur lisan. Apakah maksud baik hati?  Beliau bersabda, Setiap orang yang bertakwa lagi bersih, tidak berdosa, tidak sombong, tidak iri hati dan tidak hasad.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, no. 4216 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihah, no.948)

Pernikahan harus dibangun di atas dasar agama yang murni dan pemikiran yang realistis, yang tidak hanya mengedepankan perasaan cinta, dan kasih sayang dari pasangannya. Pernikahan adalah sebuah perjuangan menghadapi realita hidup, dan suatu pengabdian memikul beban tanggung jawab agama, serta bentuk jihad untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga secara bersama-sama.

Agar sukses dalam memilih jodoh dan lancar menuju pelaminan, masing-masing pasangan baik laki-laki ataupun wanita, harus menentukan langkah dan sikap sebagai berikut:

v  Memilih calon pasangan haruslah yang seakidah.

v  Harus merasa puas terhadap calon pasangannya.

v Saling ridha dan tulus ikhlas dalam menerima kondisi masing-masing pasangan.

v Paham terhadap kebutuhan keluarga dan sensitif terhadap masalah rumah tangga.

v Siap memikirkan setiap permasalahan rumah tangga secara bersama dan berkemauan tinggi untuk menuntaskannya.

v Akan lebih baik bila memiliki latar belakang yang sama pada masing-masing pasangan, baik dari sisi pengetahuan, pemikiran, kejiwaan, atau pemahaman.

v Menjadi lebih baik jika setara dan sederajat dalam status sosial, ekonomi, dan pendidikan.

v Memahami dengan baik cara komunikasi dan metode hubungan pasutri.

v Masing-masing pasangan harus menerima kelebihan dan kekurangan yang ada, bersungguh-sungguh untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, dan membina ikatan pernikahan dengan istiqamah.

v Pasutri harus membangun komunikasi yang hidup dan harmonis serta mempunyai standarisasi dalam mengelola rumah tangga.

v Saling menjaga perasaan, tidak saling menyakiti dengan penghinaan dan pelecehan terhadap harga diri dan status.

v Semua pihak mempunyai kesadaran tinggi dan kemauan kuat untuk menuaikan  setiap tanggung jawab rumah tangga.

v Meminimalisir segala sesuatu yang memicu ketegangan rumah tangga dan tidak mengangkat maslah sensitif yang bisa melukai perasaan, terutama seputar masalah hubungan intim.

v Bermusyawarah dengan orang-orang yang amanah yang bisa membantu menyelesaikan problem rumah tangga.

v Rumah tangga kadang-kadang melintasi batu terjal yang mengganggu kemesraan. Apabila ada masalah seperti, pasangan harus berusaha memahami penyebabnya dan mencari jalan keluar terbaik, dan pandai-pandai menjaga kemesraan, keharmonisan serta keromantisan rumah tangga.

v Pasangan yang mau menikah hendaknya memeriksakan diri ke dinas kesehatan.

v Mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dari mulai proses ta’aruf, khitbah, walimah, hingga pasca nikah, agar semua berjalan sesuai dengan aturan syariat yang mulia.

v Membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat. Hal ini bisa ditempuh dengan cara menghadiri kajian ilmiah atau membaca buku-buku agama yang terkait dengan akidah maupun akhlak, dan lebih khusus lagi membaca buku-buku yang mengupas persiapan berumah tangga.

v Bagi orang tua wanita, hendaknya menekankan pendidikan kepada putri mereka tentang persiapan menjadi ibu rumah tangga.

v  Mengenali serta memahami hak dan kewajiban rumah tangga secara baik.

v Meluruskan niat menikah untuk selamanya, bukan hanya main-main atau sekedar coba-coba.

v Jangan suka mengelak dari tanggung jawab dengan alasan yang dibuat-buat.

v  Membebaskan diri dari belenggu tradisi yang telah mengakar di masyarakat yang merusak dan membelit tatanan kehidupan. Semua pihak harus mengembalikan segala permasalahan dalam rumah tangga kepada aturan syariat yang hanif.

v  Hendaknya masing-masing calon pengantin bersikap terus terang dalam segala hal.

v Jangan berfikir bahwa suksenya pernikahan harus memiliki materi berlimpah, kendaraan mewah, rumah megah, atau perabotan lux dan lengkap. Apalagi jika hal itu diperoleh dengan memaksakan kredit atau utang, hal itu akan mengurangi kenyamanan dan mengganggu kebahagiaan berumah tangga.

v  Menentukan skala prioritas dalam memilih jodoh agar tercipta ketenangan dan keharmonisan hidup. Jangan salah mengambil pengalaman orang lain. Misalnya, mendengar kasus perceraian yang dialami keluarga atau temannya serta merta menolak menikah karena takut akan menimpanya.

v  Mencari informasi yang tepat tentang pernikahan sesuai dengan syariat islam dan menjauhi alasan yang tidak masuk akal yang menyebabkan kebingungan dalam mengambil keputusan dan rasa takut dari sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam kenyataan. Banyak orang yang mudah menerima tawaran untuk menikah tetapi bukan dorongan dari lubuk hati dan kesadaran yang mendalam. Sementara manusia paling paham terhadap dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman,

“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (Al-Qiyamah: 14-15)

Hal-hal yang dimulai dengan sesuatu yang salah akan menghasilkan sesuatu yang salah juga. Banyak diantara orang yang menikah, menampilkan dirinya yang tidak sebenarnya dan mereka seolah menikmati kepalsuan tersebut serta menganggap biasa perilaku tersebut. Keaslian watak dan tabiat pasti akan tersingkap dengan segera. Waktulah yang akan membuktikan itu semua.

 

 

 

 

Sumber: Cerdas Memilih Jodoh, hal 16-23, Oleh Zainal Abidin bin Syamsuddin.

 

 

3 komentar:

  1. Semoga kita dipertemukan jodoh yg terbaik yg Alloh berikan aamiin. Khusus untuk kk admin doa terbaik jugaaa, semangat terus 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allaahumma aamiin,

      Terima Kasih :)

      Syiaappp in syaa Allaah.

      Hapus
  2. Semangat menulis sahabatku ❤

    BalasHapus