Senin, 31 Agustus 2020

Mengungkap Kebenaran Mitos Seputar Haid

 

Mengungkap Kebenaran Mitos Seputar Haid

 

Banyak mitos yang beredar seputar haid. Salah satunya adalah kebiasaan minum soda saat haid dipercaya mampu memperlancar haid. Benarkah?

            Haid merupakan satu siklus yang terjadi pada kaum hawa tiap bulannya. Siklus ini terjadi sebelum wanita mengalami menopause. Seperti dikutip dari detikhealth, ada beberapa mitos seputar haid. Berikut lima mitos tersebut.  



1.    Minum Soda Mampu Percepat Haid

Haid adalah proses luruhnya dinding rahim akibat tidak adanya pembuahan. Sakit atau lancar tidaknya proses haid dipengaruhi oleh hormon dan juga faktor psikis. Karena itu tidak ada hubungan antara minuman bersoda dengan  menstruasi yang lebih cepat.

Keluhan nyeri haid juga disebabkan oleh faktor posisi rahim. Bila posisi rahim menyebabkan leher rahim (saluran keluarnya darah haid) terjepit,  maka akan menimbulkan keluhan nyeri. Obat-obatan tertentu bisa memperpanjang atau memperpendek lamanya hari haid.

2.   Larangan Minum Air Es saat Haid

Air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Selama tidak merasakan sakit atau perut kambung, maka minum air es saat haid tidak apa-apa.

3.  Pembalut Sebabkan Kemandulan

Secara medis pembalut merupakan alat bantu bagi wanita agar kewanitaanya tetap bersih dan tidak lembab selama haid. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat. Namun ada sebagian perempuan alergi iritasi dengan pembalut.

            Hal tersebut disebabkan sensitivitas dari organ kelamin setiap wanita berbeda-beda. Karena disarankan agar setiap wanita haid mengganti pembalut sesering mungkin.

4.  Larangan Berenang saat Haid

Selama wanita memakai pembalut dan tidak merasa risih, maka berenang saat haid boleh saja dilakukan. Hal ini tidak akan memengaruhi kesehatan. Tapi jika perut terasa kram, sebaiknya segera menghentikan aktivitas berenang.

5.   Wanita Remaja yang Belum Haid Tidak Bisa Hamil

Mitos ini sangat kuat melekat di masyarakat, padahal pernyataan ini tidak benar. Kehamilan itu berkaitan dengan ovulasi (matangnya sel telur). Beberapa remaja bisa saja mendapatkan haid sebelum masa ovulas, bersamaan saat tubuh beradaptasi dengan tingkatan hormon.

            Tapi beberapa remaja lainnya ada yang mengalami ovulasi terlebih dahulu sebelum haid. Jadi, boleh jadi terjadi kehamilan sebelum mendapat haid pertama.

            Jika siklus haid berlangsung, yaitu saat memasuki usia dewasa maka sel telur sudah dipersiapkan setiap siklusnya. Tapi karena masih dalam proses awal, seringkali pematangan sel telur belum terjadi secara sempurna sehingga menyebabkan haid tidak teratur. Terjadinya haid bisa berhenti sudah dihasilkannya sel telur (ovulatoar) atau bisa juga tanpa sel telur. Wa Allahu A’alam.

 

 

 

Sumber : Wirid-wirid Wanita haid hal 167-168, Oleh Ridhoul Wahidi & Gianti.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar